Selasa, 15 Maret 2022

Pilot Project Konversi Motor BBM ke Listrik, Komitmen Indonesia Wujudkan Energi yang Lebih Bersih

sumber: https://ebtke.esdm.go.id/post/2021/08/18/2939/pilot.project.konversi.motor.bbm.ke.listrik.komitmen.indonesia.wujudkan.energi.yang.lebih.bersih

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS NOMOR: 282.Pers/04/SJI/2021, Tanggal: 18 Agustus 2021
Pilot Project Konversi Motor BBM ke Listrik, Komitmen Indonesia Wujudkan Energi yang Lebih Bersih

Dalam rangka percepatan penerapan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan, serta sebagai rencana aksi transisi energi menuju energi bersih, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meluncurkan Pilot Project Konversi Sepeda Motor Mesin Penggerak Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Motor Listrik. Program KBLBB dalam Grand Strategi Energi Nasional (GSEN) ditargetkan sebanyak 13 Juta sepeda motor listrik dan 2,2 juta mobil listrik pada tahun 2030, dengan potensi pengurangan konsumsi BBM sebesar 6 juta kilo liter per tahun dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 7,23 juta ton CO2e.

Menteri ESDM mengapresiasi upaya dan kerja sama berbagai pihak sehingga pilot project konversi sepeda motor penggerak BBM menjadi motor listrik dengan tema "Merdeka Polusi Udara" dapat terwujud dengan baik.

"Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi besar bagi terlaksananya program ini, terutama kepada jajaran Kementerian Perhubungan melalui penerbitan Sertifikat Bengkel Konversi Sistem Penggerak Motor Listrik Pada Kendaraan Bermotor kepada Badan Litbang Kementerian ESDM dan Sertifikat Uji Tipe motor listrik, sehingga kami memiliki kesempatan untuk melaksanakan konversi sepeda motor konvensional menjadi kendaraan bermotor listrik," ujar Arifin di Bengkel Resmi Konversi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan EBTKE (P3TKEBTKE/P3Tek), Gunung Sindur, Bogor, Rabu (17/8).

Menteri Arifin juga berharap program konversi ini dapat menjadi pionir dan penggerak bagi penciptaan lapangan kerja serta UMKM baru, serta ketrampilan baru bagi generasi muda bangsa, para siswa SMK/vokasi, teknisi bengkel dan lainnya.

"Kami juga mengajak kepada Kementerian/Lembaga lain, Pemerintah Daerah, BUMN, pihak swasta termasuk Grab dan Gojek dengan kemitraan terlibat dalam program ini. Diharapkan kedepan kolaborasi dapat terus berjalan untuk konversi moda transportasi lainnya dan penyebarluasan pelatihan dan ketrampilan dalam rangka penerapan yang lebih luas," harap Arifin.

Program Kendaraan bermotor listrik berbasis baterai ini merupakan bagian dari transisi energi untuk mewujudkan penggunaan energi yang lebih bersih, efisien, mengurangi impor BBM, menghemat devisa serta dapat menghemat subsidi BBM.

"Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik juga harus didukung dengan penyediaan listrik berbasis energi bersih, untuk itu kami pun menargetkan pada tahun 2030 kapasitas pembangkit energi terbarukan mencapai 38 giga watt (GW)," jelas Arifin.

Pilot project konversi sepeda motor bensin menjadi sepeda motor listrik sesuai ketentuan dalam Permen Perhubungan Nomor 65 Tahun 2020, yaitu kegiatan modifikasi sepeda motor dengan mengganti komponen mesin lama (mesin penggerak bahan bakar minyak/bensin) dengan komponen motor listrik termasuk baterai atau disebut paket converter kit.

Pelaksanaan program konversi dilakukan pada pertengahan Agustus 2021 secara bertahap sampai dengan akhir November 2021. Obyek pilot project konversi adalah sepeda motor kendaraan operasional yang memiliki Nilai Buku per Juni 2021 nol rupiah. Pilot project ini menargetkan mengkonversi 100 unit sepeda motor yang tersebar di seluruh satuan kerja Kementerian ESDM wilayah Jabodetabek. Hingga 17 Agustus ini, sebanyak 17 unit telah diserahkan ke P3Tek, selain 10 unit yang sudah diselesaikan konversinya menandai diluncurkannya Pilot Project Program Konversi sepeda motor di lingkungan KESDM.

Sementara, manfaat program pilot project konversi 100 unit sepeda motor ini antara lain efisiensi/penghematan BBM sebanyak 1 liter per hari per unit atau total setahun 34 kL per tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 0,72 ton per hari per unit atau total setahun sebesar 24,4 ribu ton CO2 per tahun, penambahan konsumsi listrik sebanyak 2 kwh per hari per unit atau total sebesar 72 MWH per tahun (asumsi 340 hari per tahun), dan Multiplier effect dari transaksi belanja komponen converter kit di dalam negeri dan sekaligus memberikan pelatihan ketrampilan baru bagi teknisi bengkel/siswa SMK/vokasi dan bengkel UKM.

Sebagai informasi, pelaksana jasa konversi atau modifikasi pelaksanaan program konversi ini adalah P3TKEBTKE, yang telah memperoleh sertifikat Bengkel Resmi Pemasangan, Perawatan dan Pemeriksaan Peralatan Instalasi Sistem Penggerak Motor Listrik pada Kendaraan Bermotor dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan pada 30 Juni 2021. Bengkel resmi tersebut berlokasi di Komplek Perkantoran P3TKEBTKE, Jalan Pendidikan Nomor 1 Pengasinan, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. (SF)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama 

Agung Pribadi

Kamis, 10 September 2020

Uji Coba Minyak Nabati Murni pada PLTD Mulai Dilaksanakan

 SUMBER: http://www.p3tkebt.esdm.go.id/news-center/arsip-berita/uji-coba-minyak-nabati-murni-pada-pltd-mulai-dilaksanakan

 P3tek KEBTKE

Gunung Sindur (Jum’at, 7/8), sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk PLTD, Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE), Badan Litbang ESDM dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sepakat untuk melaksanakan Kajian Kelayakan Pemanfaatan Minyak Nabati Murni untuk PLTD.


Kick-off Meeting kegiatan kajian ini telah dilakukan pada hari Jum’at tanggal 7 Agustus 2020 berlokasi di power house kantor P3TKEBTKE yang sekaligus sebagai laboratorium pengujian minyak nabati murni pada PLTD, dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Perencanaan Strategis, Direktur Bioenergi DJEBTKE, Direktur Penyaluran Dana BPDPKS, Sekretaris Badan Litbang ESDM, Kepala PPTMGB “Lemigas”, Komite Riset BPDP Kelapa Sawit, perwakilan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, perwakilan Litbang PT PLN (Persero), perwakilan dari Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia (IKABI), Gabungan Pengusaha Kelapa Swait Indonesia (GAPKI), dan Masyarakat Perkelapa-sawitan Indonesia (MAKSI) serta Dr. Iman Reksowardoyo.

Pada kesempatan tersebut sambutan dan arahan telah diberikan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Perencanaan Strategis, Direktur Bioenergi DJEBTKE, Direktur Penyaluran Dana BPDPKS yang mengharapkan agar kegiatan uji coba Pemanfaatan minyak nabati murni pada PLTD dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Kajian Kelayakan Pemanfaatan Minyak Nabati Murni untuk PLTD selanjutnya dinyatakan secara resmi mulai berjalan oleh Kepala Badan Litbang ESDM yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala P3TKEBTKE.

Kajian Kelayakan ini mempunyai empat ruang lingkup, yaitu penyusunan database PLTD yang ada di Indonesia beserta karakteristiknya, uji coba operasi penggunaan CPO di genset, penyusunan rantai pasok CPO ke PLTD, dan penyusunan skema bisnis dan rekomendasi kebijakan. Terkait uji coba operasi pada genset, ada lima jenis bahan bakar yang akan digunakan untuk melihat performa genset, yaitu B30 sebagai referensi, degumming CPO, CPO, industrial vegetable oil (IVO), dan demineralized CPO yang nantinya akan di ujicoba pada genset diesel 4 silinder 25 kVA selama 500 jam. Penggunaan bahan bakar B30 akan dijadikan sebagai baseline/reference dikarenakan PLN menggunakan B30 sebagai bahan bakar pada PLTD.
Selama ujicoba akan dipantau monitoring Air Fuel Ratio (AFR), Specific Fuel Consumption (SFC), emisi, Opasitas, kebisingan, dan differential pressure (sebelum dan sesudah masuk fuel filter) setiap 4 jam. Pada pengujian bahan bakar di mesin genset diesel tersebut akan dikondisikan load/beban genset 0%, 25%, 50%, 75%, 80%, dan 100% menggunakan load bank yang dapat diatur secara otomatis. 

Riset yang dibiayai oleh BPDPKS ini juga menggandeng beberapa mitra, yakni Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Disain - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi,  dan PLN Litbang.

Peserta bersama Komite Riset BPDPKS berkesempatan juga melakukan kunjungan ke laboratorium Fluid Catalytic Cracking (FCC) untuk melihat kemajuan kegiatan Perengkahan Katalik untuk Produksi Biohidrokarbon pada Reaktor Riser yang  pendanaan penelitiannya juga di danai dari BPDPKS. Komite Riset meminta agar hasil penelitian ini tidak hanya dapat memberikan manfaat bagi ketersediaan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat kepada petani kelapa sawit.

Jumat, 14 Agustus 2020

FASILITASI PERSIAPAN TEKNIS DALAM MENDUKUNG IMPLEMENTASI B40/B50

Oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenaga listrikan Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TEK KEBTKE) - KEMENTERIAN ESDM (2020)

Peningkatan pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar merupakan salah satu dari tiga program prioritas yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak. Salah satu upaya pemerintah dalam mendorong program ini yaitu telah diimplementasikan penggunaan B30 sejak tanggal 1 Januari 2020. Presiden Republik Indonesia juga mengharapkan pada akhir tahun 2020 B40/B50 sudah siap diimplementasikan di seluruh Indonesia. Badan Litbang ESDM selaku lembaga teknis di sektor terkait memberikan dukungan penuh atas program tersebut yang diwujudkan dengan kegiatan penelitian dan pengembangan biodiesel. Awal tahun 2020 PPPTMGB “Lemigas” mulai melakukan uji teknis B40/B50. P3tek-EBTKE akan melakukan kegiatan pendukung yang dapat memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan Lemigas. Rangkaian kegiatan ini meliputi koordinasi teknis, Focus Group Discussion (FGD), serta seminar/sosialisasi dengan melibatkan nara sumber serta seluruh pemangku kepentingan yang berasal dari seluruh lembaga dan instansi terkait, baik dari pemerintah, swasta, akademisi, asosiasi, lembaga masyarakat, media, dan sebagainya. Dilakukannya kegiatan ini bertujuan agar diperoleh masukan teknis dari semua stakeholder sejak awal persiapan sehingga diharapkan dapat diterima dan didukung oleh seluruh pemangku kepentingan ketika program B40/B50 diimplementasikan.

KAJIAN PENINGKATAN EFISIENSI ENERGI

 Oleh Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan Teknologi Tekno Ekonomi, Konservasi dan Lingkungan (KP3 TKL) P3TEK KEBTKE - KEMENTERIAN ESDM

Belum maksimalnya pelaksanaan manajemen energi menjadi salah satu tantangan untuk meningkatkan penghematan energi di sektor industri. Selain manajemen energi, penghematan energi berbasis teknologi di industri harus terus dikembangkan dan disebarluaskan. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis potensi-potensi penghematan energi khususnya disektor industri. Kegiatan ini dimulai dengan pemantauan manajemen energi dengan melakukan walktrough energi audit di 10 (sepuluh) industri, kemudian mengkaji Integrated process and safety system untuk peningkatan efisiensi pembangkit dan mitigasi kebakaran di PLTU. Kegiatan ini direncanakan selama 2 (dua) tahun yaitu tahun 2020 dan 2023 dengan target keluaran berupa  hasil audit energi di 10 industri, roadmap pengembangan teknologi konservasi energi berbasis teknologi industri 4.0 dan panduan peningkatan efisiensi energi PLTU.


KAJIAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL DI SEKTOR KETENAGALISTRIKAN

 Oleh: Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan TeknoEkonomi Konservasi dan Lingkungan (KP3 TKL) - P3TEK KEBTKE - KEMENTERIAN ESDM

Adanya Peraturan Menteri LHK No. P.15/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2019 tentang baku mutu emisi pembangkit listrik, mengakibatkan PLN dan IPP harus menyesuaikan kembali nilai kandungan emisi dari pembangkit mereka agar memenuhi standar emisi di peraturan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan dan siosial dari kegiatan di sektor ketenagalistrikan dan energi baru dan terbarukan. Kegiatan ini akan dimulai tahun 2022 dengan melakukan kajian pengendalian emisi pembangkit termal untuk memenuhi persyaratan serta kajian pemanfaatan  limbah fly ash dan bottom ash (FABA) PLTU, kemudian tahun 2023 melakukan assesment potensi permintaan sertifikat karbon dan energi terbarukan di perusahaan multinasional di Indonesia, dan tahun 2024 melakukan kajian manajemen daur ulang limbah baterai lithium. Kegiatan ini direncanakan selama 3 (tiga) tahun yaitu tahun 2022 - 2024 dengan target keluaran berupa:      

·       Kajian pengendalian emisi pembangkit termal untuk memenuhi persyaratan serta kajian pemanfaatan  limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) PLTU;

·   Asesmen potensi pasar energi bersih di perusahaan multinasional di Indonesia dan rekomendasi skema bisnis penjualan sertifikat energi bersih;

·   Inventarisasi dampak lingkungan dan sosial dari pembangkit listrik energi baru terbarukan serta rekomendasi kebijakan yang diperlukan;

·       Rekomendasi kebijakan dan infrastruktur pengolahan limbah baterai dari program mobil listrik, PLTS, dan tabung listrik.


Pengembangan dan pemeliharaan aplikasi e-SMART (electronic survey monitoring and reporting) PLTS Atap

Oeh Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan Teknoekonomi Konservasi Energi dan Lingkungan (TKL) - P3TEK KEBTKE - ESDM

Meningkatnya pembangunan PLTS Atap membutuhkan sebuah sistem yang dapat digunakan dengan mudah untuk melakukan survei, monitoring dan reporting. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat sebuah aplikasi survey kelayakan PLTS Atap berbasis website sekaligus dapat digunakan untuk kegiatan monitoring dan pelaporan kinerja PLTS atap yang sudah terpasang. Kegiatan ini dimulai dengan mendesain dan membangun aplikasi dalam bentuk website, kemudian menguji kinerja aplikasi yang telah dibangun lalu melakukan updating dan pengembangan. Kegiatan ini direncanakan selama 2 (dua) tahun yaitu tahun 2020-2021 dengan target keluaran berupa terbangunnya aplikasi e-SMART PLTS Atap dalam bentuk website yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.


Selasa, 12 November 2019

PERSIAPAN IMPLEMENTASI B30

Badan Litbang ESDM

·    Implementasi penggunaan B30 untuk seluruh sektor 2020 (Permen ESDM No. 12 tahun 2015) akan diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2020 mendatang;
Peran Badan Litbang ESDM dalam mendorong program implementasi B30 adalah dengan melakukan penelitian dan pengembangan secara komprehensif dengan melibatkan instansi/lembaga , serta stake holder terkait untuk memperoleh informasi yang bersifat strategis berupa rekomendasi teknis penggunaan B30 termasuk usulan penyempurnaan spesifikasi B30 yang akan digunakan sebagai bahan masukan kebijakan pemerintah;
Salah satu tahapan persiapan implementasi B30 adalah melakukan Road test penggunaan B30 pada kendaraan bermesin diesel dan Uji Fungsi/Terap penggunaan B30 pada Alsintan, alat berat pertambangan, kapal laut, dan kereta api;
Balitbang ESDM menjadi koordinator dalam pelaksanaan road test penggunaan B30 pada mesin diesel, dengan P3TKEBTKE sebagai integrator serta Lemigas dan BPPT yang melakukan pengujian dengan melibatkan Pertamina, Aprobi, dan Gaikindo.
Kegiatan Road Test B30 dilaunching secara resmi oleh Menteri ESDM sejak tanggal 13 Juni 2019 dan akan diselesaikan secara resmi pada akhir November 2019.
Uji Fungsi/Terap penggunaan B30 pada Alsintan, alat berat pertambangan, kapal laut, dan kereta api dilakukan oleh Lemigas - Badan Litbang ESDM dengan melibatkan instansi/lembaga, serta perusahaan terkait;
Uji Fungsi/Terap penggunaan B30 dimulai sejak Bulan Oktober 2019 dan akan diselesaikan pada akhir Desember 2019.
·       Status uji Fungsi/Terap saat ini (per 11 November 2019) :
-    Uji Kinerja Alsintan telah selesai, saat ini pelaksanaan uji ketahanan;
-  Uji Test bench alat berat pertambangan telah dilakukan, saat ini sedang dilaksanakan  uji terapselama 1500 jam;
-     Uji pada Kereta api dan angkutan laut saat ini berada pada tahap penyediaan bahan bakar.
·       Berdasarkan data Ditjen EBTKE, proyeksi nilai manfaat program B30 di tahun 2020 adalah sebagai berikut :
-      Volume BBN yang digunakan sebesar 9,62 juta kL = 60,38 juta Barrel/tahun = 165,42 ribu barrel/hari
-        Penghematan devisa & pengurangan  ketergantungan terhadap BBM (Fosil Fuel) sebesar Rp. 74,928 Trliun;
-        Peningkatan nilai tambah industri hilir kelapa sawit (CPO menjadi Biodiesel) sebesar           Rp 14,02 Triliun
-   Penyerapan tenaga kerja 1.200.000 pekerja di perkebunan, dan 9.055 pekerja (di luar perkebunan)
Pengurangan emisi Gas Rumah Kaca & peningkatan kualitas lingkungan sebesar 14,25 juta ton CO2e = 52.010 bus kecil. 

Kamis, 20 Juni 2019

Pemanfaatan CPO Sebagai Bahan Baku Green Gasoline

USULAN LITBANG PRIORITAS P3TKEBTKE


  • Belum tersedia komersial green gasoline murni dari minyak nabati, karena diperkirakan dapat ekonomis jika harga minyak mentah > 70 US$/ barel
  • Uji coba pada kilang-kilang minyak umumnya menggunakan metode co-processing. Penggunaan minyak pirolisis (bio-oil) lebih disukai karena harganya yang lebih murah dibanding minyak nabati
  • Pada kilang minyak, biasanya menggunakan teknologi FCC (Fluid Catalytic Cracking)
  • Kegiatan penelitian skala lab dan pilot biasanya menggunakan reaktor fixed-bed micro-reactor dan rise reactor.  Umumnya ditujukan untuk mempelajari kinerja katalis



Keluaran (Output)
Laporan studi kelayakan (FS) yang mencakup:
  1. a)supply demand minyak nasional dan pemanfaatan CPO saat ini dan proyeksi, b) Kebijakan dan aturan tentang bahan bakar nabati
  2. Up-dated kajian perkembangan teknologi produksi green-gasoline
  3. Analisis kesesuaian bahan baku CPO dengan beberapa quality-grade, beberapa catalyst komersial dan lokal catalyst 
  4. Process Flow sheet pada rentang kapasitas optimum pabrik
  5. Analisis Keekonomian
  6. Rekomendasi kebijakan Green Gasoline

Rabu, 12 Juni 2019

TUGAS DAN FUNGSI BIDANG PROGRAM


Bidang Program

Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program,anggaran serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian, pengembangan, perekayasaan teknologi, pengkajian dan survei di bidang ketenagalistrikan, energi baru,terbarukan dan konservasi energi.
















































Senin, 06 Mei 2019

Tim P3TEK EBTKE Gelar Rapat Teknis di Lantamal IX

Ambon - Tim pusat penelitian dan pengembangan teknologi ketenaga listrikan energi baru terbarukan dan konservasi energi (P3TEK EBTKE) beserta tim staf potensi maritim Kepala Staf TNI AL (Spotmar Kasal) menggelar rapat teknis penyusunan feasibility dan detail, engineering design PLTS pos jaga TNI di wilayah timur di ruang rapat Mako Lantamal IX Ambon, Jumat, (23/11).
Danlantamal IX Ambon Laksamana Pertama TNI Antongan Simatupang dalam sambutannya yang dibacakan Wadan Lantamal IX Kolonel Marinir Supriyono mengatakan, diketahui bahwa energi listrik adalah salah satu kebutuhan masyarakat modern yang sangat penting dan vital. Ketiadaan energi listrik akan sangat menggangu keberlangsungan aktifitas manusia, oleh karena itu kesinambungan dan ketersediaan energi listrik perlu dipertahankan setiap waktu.
“Rasio elekrifikasi Indonesia saat ini adalah 87% hal tersebut menunjukan bahwa 8,5 juta penduduk Indonesia atau setara dengan 2.500 Desa yang belum dialiri listrik, letak geografis Indonesia merupakan salah satu penyebab masih banyaknya daerah yang belum terjangkau listrik seperti pulau-pulau terluar Maluku,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TIM Spotmar Kasal Kolonel Laut (S) Djakaria Purba Girsang Paban IV Komsos Spotmar Kasal menambahakan penugasan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi untuk melaksanakan feasibility studi dan detail engineering design pembangunan PLTS di pos jaga TNI, tidak hanya bagi TNI AL, namun juga bagi TNI AD merupakan kebanggaan, karena sudah dipercaya untuk ditugaskan sekaligus menjadi tantangan.
Ketua Tim P3TEK EBTKE Ery Wahyu Nugroho menjelaskan, pembangunan ini diharapkan direalisasikan di tahun 2019, oleh karena itu pihaknya membu­-tuhkan data-data dari Posal-Posal yang sudah direkomendasi untuk dilaksa­nakannya pembangunan tersebut.

 Untuk diketahui hadir dalam rapat itu, antara lain, Aspotmar Danlantamal IX Kolonel Marinir Nanang P, Para Danposal di jajaran Lantamal IX, serta perwakilan anggota Yonmarhanlan IX.(S-39)
Image result for seminar