Jumat, 14 Agustus 2020

KAJIAN PENINGKATAN EFISIENSI ENERGI

 Oleh Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan Teknologi Tekno Ekonomi, Konservasi dan Lingkungan (KP3 TKL) P3TEK KEBTKE - KEMENTERIAN ESDM

Belum maksimalnya pelaksanaan manajemen energi menjadi salah satu tantangan untuk meningkatkan penghematan energi di sektor industri. Selain manajemen energi, penghematan energi berbasis teknologi di industri harus terus dikembangkan dan disebarluaskan. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis potensi-potensi penghematan energi khususnya disektor industri. Kegiatan ini dimulai dengan pemantauan manajemen energi dengan melakukan walktrough energi audit di 10 (sepuluh) industri, kemudian mengkaji Integrated process and safety system untuk peningkatan efisiensi pembangkit dan mitigasi kebakaran di PLTU. Kegiatan ini direncanakan selama 2 (dua) tahun yaitu tahun 2020 dan 2023 dengan target keluaran berupa  hasil audit energi di 10 industri, roadmap pengembangan teknologi konservasi energi berbasis teknologi industri 4.0 dan panduan peningkatan efisiensi energi PLTU.


KAJIAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL DI SEKTOR KETENAGALISTRIKAN

 Oleh: Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan TeknoEkonomi Konservasi dan Lingkungan (KP3 TKL) - P3TEK KEBTKE - KEMENTERIAN ESDM

Adanya Peraturan Menteri LHK No. P.15/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2019 tentang baku mutu emisi pembangkit listrik, mengakibatkan PLN dan IPP harus menyesuaikan kembali nilai kandungan emisi dari pembangkit mereka agar memenuhi standar emisi di peraturan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan dan siosial dari kegiatan di sektor ketenagalistrikan dan energi baru dan terbarukan. Kegiatan ini akan dimulai tahun 2022 dengan melakukan kajian pengendalian emisi pembangkit termal untuk memenuhi persyaratan serta kajian pemanfaatan  limbah fly ash dan bottom ash (FABA) PLTU, kemudian tahun 2023 melakukan assesment potensi permintaan sertifikat karbon dan energi terbarukan di perusahaan multinasional di Indonesia, dan tahun 2024 melakukan kajian manajemen daur ulang limbah baterai lithium. Kegiatan ini direncanakan selama 3 (tiga) tahun yaitu tahun 2022 - 2024 dengan target keluaran berupa:      

·       Kajian pengendalian emisi pembangkit termal untuk memenuhi persyaratan serta kajian pemanfaatan  limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) PLTU;

·   Asesmen potensi pasar energi bersih di perusahaan multinasional di Indonesia dan rekomendasi skema bisnis penjualan sertifikat energi bersih;

·   Inventarisasi dampak lingkungan dan sosial dari pembangkit listrik energi baru terbarukan serta rekomendasi kebijakan yang diperlukan;

·       Rekomendasi kebijakan dan infrastruktur pengolahan limbah baterai dari program mobil listrik, PLTS, dan tabung listrik.


Pengembangan dan pemeliharaan aplikasi e-SMART (electronic survey monitoring and reporting) PLTS Atap

Oeh Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan Teknoekonomi Konservasi Energi dan Lingkungan (TKL) - P3TEK KEBTKE - ESDM

Meningkatnya pembangunan PLTS Atap membutuhkan sebuah sistem yang dapat digunakan dengan mudah untuk melakukan survei, monitoring dan reporting. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat sebuah aplikasi survey kelayakan PLTS Atap berbasis website sekaligus dapat digunakan untuk kegiatan monitoring dan pelaporan kinerja PLTS atap yang sudah terpasang. Kegiatan ini dimulai dengan mendesain dan membangun aplikasi dalam bentuk website, kemudian menguji kinerja aplikasi yang telah dibangun lalu melakukan updating dan pengembangan. Kegiatan ini direncanakan selama 2 (dua) tahun yaitu tahun 2020-2021 dengan target keluaran berupa terbangunnya aplikasi e-SMART PLTS Atap dalam bentuk website yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.


Selasa, 12 November 2019

PERSIAPAN IMPLEMENTASI B30

Badan Litbang ESDM

·    Implementasi penggunaan B30 untuk seluruh sektor 2020 (Permen ESDM No. 12 tahun 2015) akan diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2020 mendatang;
Peran Badan Litbang ESDM dalam mendorong program implementasi B30 adalah dengan melakukan penelitian dan pengembangan secara komprehensif dengan melibatkan instansi/lembaga , serta stake holder terkait untuk memperoleh informasi yang bersifat strategis berupa rekomendasi teknis penggunaan B30 termasuk usulan penyempurnaan spesifikasi B30 yang akan digunakan sebagai bahan masukan kebijakan pemerintah;
Salah satu tahapan persiapan implementasi B30 adalah melakukan Road test penggunaan B30 pada kendaraan bermesin diesel dan Uji Fungsi/Terap penggunaan B30 pada Alsintan, alat berat pertambangan, kapal laut, dan kereta api;
Balitbang ESDM menjadi koordinator dalam pelaksanaan road test penggunaan B30 pada mesin diesel, dengan P3TKEBTKE sebagai integrator serta Lemigas dan BPPT yang melakukan pengujian dengan melibatkan Pertamina, Aprobi, dan Gaikindo.
Kegiatan Road Test B30 dilaunching secara resmi oleh Menteri ESDM sejak tanggal 13 Juni 2019 dan akan diselesaikan secara resmi pada akhir November 2019.
Uji Fungsi/Terap penggunaan B30 pada Alsintan, alat berat pertambangan, kapal laut, dan kereta api dilakukan oleh Lemigas - Badan Litbang ESDM dengan melibatkan instansi/lembaga, serta perusahaan terkait;
Uji Fungsi/Terap penggunaan B30 dimulai sejak Bulan Oktober 2019 dan akan diselesaikan pada akhir Desember 2019.
·       Status uji Fungsi/Terap saat ini (per 11 November 2019) :
-    Uji Kinerja Alsintan telah selesai, saat ini pelaksanaan uji ketahanan;
-  Uji Test bench alat berat pertambangan telah dilakukan, saat ini sedang dilaksanakan  uji terapselama 1500 jam;
-     Uji pada Kereta api dan angkutan laut saat ini berada pada tahap penyediaan bahan bakar.
·       Berdasarkan data Ditjen EBTKE, proyeksi nilai manfaat program B30 di tahun 2020 adalah sebagai berikut :
-      Volume BBN yang digunakan sebesar 9,62 juta kL = 60,38 juta Barrel/tahun = 165,42 ribu barrel/hari
-        Penghematan devisa & pengurangan  ketergantungan terhadap BBM (Fosil Fuel) sebesar Rp. 74,928 Trliun;
-        Peningkatan nilai tambah industri hilir kelapa sawit (CPO menjadi Biodiesel) sebesar           Rp 14,02 Triliun
-   Penyerapan tenaga kerja 1.200.000 pekerja di perkebunan, dan 9.055 pekerja (di luar perkebunan)
Pengurangan emisi Gas Rumah Kaca & peningkatan kualitas lingkungan sebesar 14,25 juta ton CO2e = 52.010 bus kecil. 

Kamis, 20 Juni 2019

Pemanfaatan CPO Sebagai Bahan Baku Green Gasoline

USULAN LITBANG PRIORITAS P3TKEBTKE


  • Belum tersedia komersial green gasoline murni dari minyak nabati, karena diperkirakan dapat ekonomis jika harga minyak mentah > 70 US$/ barel
  • Uji coba pada kilang-kilang minyak umumnya menggunakan metode co-processing. Penggunaan minyak pirolisis (bio-oil) lebih disukai karena harganya yang lebih murah dibanding minyak nabati
  • Pada kilang minyak, biasanya menggunakan teknologi FCC (Fluid Catalytic Cracking)
  • Kegiatan penelitian skala lab dan pilot biasanya menggunakan reaktor fixed-bed micro-reactor dan rise reactor.  Umumnya ditujukan untuk mempelajari kinerja katalis



Keluaran (Output)
Laporan studi kelayakan (FS) yang mencakup:
  1. a)supply demand minyak nasional dan pemanfaatan CPO saat ini dan proyeksi, b) Kebijakan dan aturan tentang bahan bakar nabati
  2. Up-dated kajian perkembangan teknologi produksi green-gasoline
  3. Analisis kesesuaian bahan baku CPO dengan beberapa quality-grade, beberapa catalyst komersial dan lokal catalyst 
  4. Process Flow sheet pada rentang kapasitas optimum pabrik
  5. Analisis Keekonomian
  6. Rekomendasi kebijakan Green Gasoline

Rabu, 12 Juni 2019

TUGAS DAN FUNGSI BIDANG PROGRAM


Bidang Program

Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana, program,anggaran serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian, pengembangan, perekayasaan teknologi, pengkajian dan survei di bidang ketenagalistrikan, energi baru,terbarukan dan konservasi energi.
















































Senin, 06 Mei 2019

Tim P3TEK EBTKE Gelar Rapat Teknis di Lantamal IX

Ambon - Tim pusat penelitian dan pengembangan teknologi ketenaga listrikan energi baru terbarukan dan konservasi energi (P3TEK EBTKE) beserta tim staf potensi maritim Kepala Staf TNI AL (Spotmar Kasal) menggelar rapat teknis penyusunan feasibility dan detail, engineering design PLTS pos jaga TNI di wilayah timur di ruang rapat Mako Lantamal IX Ambon, Jumat, (23/11).
Danlantamal IX Ambon Laksamana Pertama TNI Antongan Simatupang dalam sambutannya yang dibacakan Wadan Lantamal IX Kolonel Marinir Supriyono mengatakan, diketahui bahwa energi listrik adalah salah satu kebutuhan masyarakat modern yang sangat penting dan vital. Ketiadaan energi listrik akan sangat menggangu keberlangsungan aktifitas manusia, oleh karena itu kesinambungan dan ketersediaan energi listrik perlu dipertahankan setiap waktu.
“Rasio elekrifikasi Indonesia saat ini adalah 87% hal tersebut menunjukan bahwa 8,5 juta penduduk Indonesia atau setara dengan 2.500 Desa yang belum dialiri listrik, letak geografis Indonesia merupakan salah satu penyebab masih banyaknya daerah yang belum terjangkau listrik seperti pulau-pulau terluar Maluku,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TIM Spotmar Kasal Kolonel Laut (S) Djakaria Purba Girsang Paban IV Komsos Spotmar Kasal menambahakan penugasan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi untuk melaksanakan feasibility studi dan detail engineering design pembangunan PLTS di pos jaga TNI, tidak hanya bagi TNI AL, namun juga bagi TNI AD merupakan kebanggaan, karena sudah dipercaya untuk ditugaskan sekaligus menjadi tantangan.
Ketua Tim P3TEK EBTKE Ery Wahyu Nugroho menjelaskan, pembangunan ini diharapkan direalisasikan di tahun 2019, oleh karena itu pihaknya membu­-tuhkan data-data dari Posal-Posal yang sudah direkomendasi untuk dilaksa­nakannya pembangunan tersebut.

 Untuk diketahui hadir dalam rapat itu, antara lain, Aspotmar Danlantamal IX Kolonel Marinir Nanang P, Para Danposal di jajaran Lantamal IX, serta perwakilan anggota Yonmarhanlan IX.(S-39)
Image result for seminar

Litbang KEBTKE Rancang Bekas Tambang Jadi Lumbung Energi Berbasis Surya

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA 
SIARAN PERS NOMOR: 334.Pers/04/SJI/2019 Tanggal: 05 Mei 2019

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3Tek KEBTKE) Kementerian ESDM sedang menyiapkan konsep pasokan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area bekas tambang milik PT Timah, Tbk.
"Setelah kami observasi, kami akan mencoba mengimplementasikan PLTS pada kegiatan produksi PT Timah di Kampung Reklamasi Air Jangkang di Pulau Bangka, Riau," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dann Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana di Jakarta, Jumat (3/5).
Menurut Dadan, pembangkit berbasis surya ini akan menjadi pilot project di wilayah bekas tambang. "Ini bisa dijadikan percontohan bagaimana pembangunan PLTS dikerjakan pada skala lebih besar," jelasnya.
Nantinya, PLTS ini akan dijadikan sebagai salah satu unit usaha penyediaan tenaga listrik, mengingat Biaya Pokok Penyediaan Pembangkitan di daerah seperti Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi, sebesar Rp. 2.681/kwh (di atas US 18 cent/kwh).
Kampung Reklamasi Air Jangkang merupakan wilayah bekas penambangan PT Timah seluas 31 hektar yang kini direklamasi menjadi taman rekreasi keluarga dan agrowisata dengan beragam fasilitas penunjang bagi wisatawan. "Listrik memang menjadi kendala di Provinsi Bangka Belitung karena masih banyak daerah yang belum terjangkau listrik PLN, sehingga beberapa daerah masih menggunakan genset," kata Dadan.
Jalankan Audit Energi
Upaya konservasi energi dari sinar surya di lahan bekas tambang dinilai sebagai salah satu praktik efisiensi energi. Mandatori inilah yang bakal dieksekusi oleh BLU P3Tek KEBTKE dalam melaksanakan program audit energi.
"Proses ini diperlukan lantaran kecenderungan biaya energi makin lama makin meningkat. Jika dibiarkan bakal mempengaruhi manajemen perusahaan," tegas Dadan.
Dadan menambahkan, BLU P3Tek KEBTKE akan mengukur dan memantau penggunaan energi, identifikasi biaya energi, mengelola risiko hingga memberikan sejumlah rekomendasi terkait peningkatan efisiensi. Dengan begitu, kegiatan operasi produksi PT. Timah dapat berjalan seefisien mungkin.
"Kami akan merekomendasikan prosedur peralatan yang efisien dan memberikan analisis atas dampak penggunaan energi terhadap lingkungan sekitar. Mudah-mudahan ini dapat membantu kegiatan produksi PT Timah lebih efisien," harapnya.
Sebagai informasi, BLU Litbang ESDM dan PT Timah telah melakukan Perjanjian Kerja sama (PKS) dalam mengembangkan penelitian teknologi bidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan dan konservasi energi demi meningkatkan aktivitas produksi timah.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama
Agung Pribadi (08112213555)

Kamis, 28 Maret 2019

MANAJEMEN ENERGI

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KETENAGALISTRIKAN, ENERGI BARU, TERBARUKAN, DAN KONSERVASI ENERGI




Peristiwa gempa bumi di Lombok pada tanggal 5 Agustus 2018 sebesar 7.0 SR menyebabkan kerusakan yang sangat besar dan meluas di provinsi NTB tersebut. Kejadian ini kemudian diperparah dengan gempa susulan-gempa susulan berikutnya yang menyebabkan semakin meluasnya dampak serta memperlambat upaya pemulihan terhadap penduduk yang terkena dampak tersebut. Data pada tanggal 18 Agustus pukul 18.00 WITA menunjukkan bahwa telah terjadi gempa susulan sebanyak 763 kali dengan 26 kali gempa dirasakan cukup besar dengan magnitude 3 SR – 6,2 SR pada kedalaman 0 – 25 km. Akibat bencana alam tersebut, 483 jiwa penduduk meninggal dunia, kemudian terdapat 71.740 buah rumah rusak sehingga menyebabkan terjadi 431.416 jiwa penduduk terpaksa mengungsi.

Kegiatan ini sejalan dengan Perpres Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional, yang merupakan turunan dari PP Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi. Pembangunan PLTBm ini sejalan dengan arah kebijakan dan tujuan RUEN, terutama pada kegiatan pengembangan kemampuan teknologi, industri, dan jasa energi berupa PLTBm dalam negeri; pemenuhan kebutuhan energi listrik di daerah terisolir dengan harga lebih murah; dan menciptakan lapangan kerja pada kegiatan engineering, manufacturing, konstruksi, dan operasional PLTBm.

Tujuan dari kegiatan ini adalah implementasi dan manajemen operasi PLTB Pembakar Siklon untuk membantu pemulihan bencana gempa bumi di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat dengan kapasitas 20 kW.

Ruang Lingkup

Ruang lingkup implementasi dan pembuatan PLTBm Pembakar Siklon kapasitas 20 kW ini meliputi:
a.     Komisioning PLTB Pembakar Siklon kapasitas 1x20 kW.
b.     Supervisi operasi PLTB Pembakar Siklon kapasitas 1x20 kW
c.     Implementasi dan operasional PLTB Pembakar Siklon kapasitas 1x20 kW

Senin, 18 Maret 2019

JASA MANAJEMEN DAN ENGINEERING PROYEK BIOENERGI (BIODIESEL, BIOETANOL, BIOGAS DAN BIOMASSA)



BLU P3TEK EBTKE BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL



Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari studi kelayakan ini adalah
1.  Mendapatkan data potensi produksi nira lontar dari tanaman eksisting di Kabupaten Jeneponto saat ini serta proyeksi 20 tahun
2.  Mendapatkan sebaran kapasitas sumber nira lontar untuk identifikasi lokasi optimal pabrik bioethanol
3.  Menganalisa kelayakan teknis dan ekonomi pengembangan tanaman lontar di Jeneponto untuk bioethanol termasuk produk-produk samping dan pemanfaatannya.

Ruang Lingkup Studi dan Metodologi

Ruang lingkup studi ini meliputi kajian dan pemetaan lokasi pertumbuhan lontar, kajian nira lontar sebagai bahan baku bioethanol, kajian vinasse nira lontar dan teknologi pemanfaatannya, kajian budidaya lontar khususnya untuk lahan “dedicated bioethanol crops”, kajian produk samping, serta rekomendasi skenario pengembangan lontar di Jeneponto.
Metodologi masing-masing kajian diuraikan sebagai berikut,
1.3.1       Kajian dan Pemetaan Lokasi Pertumbuhan Lontar

1.3.2       Kajian Nira Lontar

1.3.3       Kajian Vinasse nira Lontar

1.3.4.     Kajian Budidaya Lontar

1.3.5       Kajian Potensi Monetisasi Produk Samping

1.3.6       Kesimpulan dan Rekomendasi Skenario Pengembangan Lontar di Jeneponto


Luaran
Laporan Studi Kelayakan Pengembangan Bioethanol dari Nira Lontar di Kabupaten Jeneponto