Senin, 01 Desember 2014

APLIKASI PEMANFAATAN DME MURNI SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA KELOMPOK USAHA INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI RUMAH TANGGA

Maymuchar,MT; Cahyo SW, MT; Dra. Emi Y; Lutfi A, ST; Ir. Herry W. M.Si; Riesta A. M.Eng; Lies A. M.Adv. Suestanable; Dimitri R. MT




a.    Dasar Hukum
1)    Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 Tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan
2) Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014
3)   Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Di Daerah
4)    Undang – Undang No. 30 Tahun 2007, Tentang Energi
5)    Peraturan Presiden RI No.5 Tahun 2006, Tentang Kebijakan Energi Nasional
6)    Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 04 Tahun 2010, Tentang Rencana Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2010-2014
7)    Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 18 tahun 2010 , No.22 tahun 2013. tentang Tugas Pokok dan Fungsi PPPTMGB “Lemigas”.

b.        Gambaran Umum Singkat
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014, telah menetapkan tiga strategi pengarusutamaan pembangunan nasional yaitu Pemerintahan yang Baik, Pembangunan yang Berkelanjutan, dan Pengarusutamaan Gender. Ketiga pilar ini menjadi landasan operasional pelaksanaan seluruh kebijakan, program dan kegiatan baik di tingkat nasional maupun di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Terkait dengan pengarusutamaan gender, Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000  tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan  Nasional, mengamanatkan kepada seluruh Kementerian Negara/Lembaga untuk mengintegrasikan gender pada setiap tahapan proses pembangunan yaitu mulai dari perencanaan,  penyusunan,  pelaksanaan,  pemantauan,  dan  evaluasi  pada  seluruh bidang pembangunan.
Kesetaraan gender merupakan kesamaan hak, tanggung jawab dan kesempatan bagi laki-laki dan perempuan, untuk berperan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti kegiatan politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, pertahanan, dan keamanan   nasional,  serta   kesamaan dalam menikmati hasil yang dampaknya seimbang. Ada dua hal yang akan diberikan/diakomodasi dari kegiatan ARG adalah :
1.    Keadilan bagi perempuan dan laki-laki (dengan mempertimbangkan peran dan hubungan gendernya) dalam memperoleh akses, manfaat (dari program pembangunan), berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan mempunyai kontrol terhadap sumber-sumber daya;
2.     Kesetaraan bagi perempuan dan laki-laki terhadap kesempatan/peluang dalam memilih dan menikmati hasil pembangunan.
PPPTMGB "LEMIGAS" mempunyai tugas dan fungsi sebagai pusat penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM, mengambil inisiatif dengan ikut serta dalam program ARG. Salah satu hasil penelitian yang akan disosialisasikan kepada para perempuan adalah pemanfaatan DME murni sebagai bahan bakar pada kelompok usaha  industri kecil dan industri rumah tangga.
c.        Alasan kegiatan dilaksanakan
            Sejalan dengan program Pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM melalui program konversi minyak tanah ke LPG, maka kebutuhan LPG di masa mendatang akan terus meningkat. Jumlah produksi LPG dari kilang-kilang Pertamina yang terbatas, tidak dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri, sehingga hal ini akan berakibat pada semakin besarnya impor LPG. Total konsumsi LPG 2008 mencapai 1,85 juta ton dimana 600.000 ton diantaranya merupakan peningkatan jumlah kebutuhan LPG untuk program konversi minyak tanah. Hingga akhir tahun 2009, kebutuhan LPG untuk sektor domestik diperkirakan sudah mencapai 3,67 juta ton, dan 2 juta ton merupakan jumlah LPG untuk program konversi. Disisi lain, hingga beberapa tahun mendatang jumlah pasokan elpiji dalam negeri masih terpaku pada nilai 1,8 juta ton pertahun. Kondisi ini jelas mengharuskan Indonesia untuk menutup kekurangan pasokan LPG dengan melakukan impor dalam jumlah besar.  Untuk mengurangi impor LPG, perlu dijajagi kemungkinan penggunaan energi alternatif yang dapat mengurangi impor LPG yaitu Dimethyl ether (DME).

            Sampai sat ini kelompok-kelompok usaha industri kecil dan industri rumah tangga  yang dikelola oleh perempuan dalam proses produksinya masih banyak menggunakan LPG  seperti bahan bakar.  Dikarenakan karakteristik pembakaran yang berbeda dengan LPG untuk menerapkan pemanfaatan DME murni pada burner perlu dilakukan modifikasi sehingga efisiensi pembakarannya akan setara dengan efisiensi burner yang menggunakan bahan bakar LPG. Dengan adanya sumber bahan bakar dan jenis burner yang baru, maka perlu sekali dilakukan sosialisasi mengenai karakteristiknya serta pemanfaatannnya dengan menggunakan jenis burner yang sedikit berbeda dengan yang selama ini digunakan.
Maksud kegiatan ini adalah untuk melaksanakan kegiatan Anggaran Resposif Gender (ARG) pada tahun anggaran 2014 melalui kegiatan sosialisasi hasil penelitian pemanfaatan DME murni sebagai bahan bakar pada kelompok usaha  industri kecil dan industri rumah tangga, dengan sasaran utama kegiatan ini adalah kaum perempuan yang beraktifitas dalam kelompok usaha industri kecil dan industri rumah tangga yang menggunakan LPG sebagai bahan bakar.
Menyelenggarakan sosialisasi hasil penelitian pemanfaatan DME murni sebagai bahan bakar pada kelompok usaha  industri kecil dan industri rumah tangga kepada perempuan/ibu-ibu yang selama ini melakukan aktifitas menggunakan LPG sebagai bahan bakar  


 herry : 0817815599
herryscorvio@gmail.com




IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN DAN OPTIMASI PRODUKSI MINYAK LUMAS PADA LUBE OIL BLENDING PLANT

Rona Malam Karina,MT; Tripurnami, ST; Setyo Widodo, MT; Ir. Herry Widhiarto, MSi



Salah satu pendekatan yang umum digunakan untuk mencapai tingkat produktivitas optimal khususnya berhubungan dengan pemeliharaan fasilitas Lube Oil Blending Plant adalah dengan prinsip manajemen untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi perusahaan yang menggunakan mesin/peralatan secara efektif disebut Total Productive Maintenance (TPM). Dalam menerapkan Total Productive Maintenance perlu dilakukan pengukuran kinerja peralatan salah satunya dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah suatu metode pengukuran tingkat efektifitas pemakaian suatu peralatan atau sistem dengan mengikutsertakan beberapa sudut pandang dalam proses perhitungan tersebut (Nakajima, 1988). Faktor yang mempengaruhi pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah reduced speed losses, set up and adjustment losses, breakdown losses, idling and mirror stoppages losses, reduced yield losses dan rework product losses. Dengan memperhitungkan faktor tersebut diatas dapat diestimasi kerugian-kerugian yang akan timbul, sehingga tindakan yang diperlukan dapat dilakukan untuk meminimalkan kerugian tersebut.

Latar Belakang 
     Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "LEMIGAS" berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral yang mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Dalam rangka mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan pengolahan minyak bumi dan sesuai kewenangan penetapan kebijakan mengenai kegiatan usaha minyak dan gas bumi sebagaimana diatur dalam Pasal 39 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, PPPTMGB “LEMIGAS” telah membangun LOBP dimulai tahun 2004 dan selesai pada tahun 2006 dengan kapasitas terpasang 10.000 Ton/tahun.   
Pengelolaan LOBP telah diatur dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 03 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kilang Minyak Bumi dalam rangka Pendidikan dan Pelatihan dan Pengelolaan Fasilitas Lube Oil Blending Plant dalam rangka Penelitian dan Pengembangan.
Dalam menjalankan peralatan produksi sering terjadi permasalahan yaitu kehilangan waktu karena mesin berhenti bekerja (downtime) dan kerusakan lain yang tidak dapat dihindarkan, sehingga penggunaan peralatan produksi tidak efektif. Hal ini merupakan kerugian sebagai dampak dari belum diterapkannya program pemeliharaan peralatan produksi di Lube Oil Blending Plant “LEMIGAS” yang disebabkan oleh keterbatasan sumber daya. Oleh sebab itu untuk mengatasi permasalahan diatas perlu dilakukan pengukuran pemantauan kinerja peralatan dan sebagai upaya untuk mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh kegagalan peralatan.

 
herry: 0817815599
 
 
 
 
 
 

ANALISA POTENSI STABILITAS PENYIMPAN BIODIESEL TERHADAP KARATERISTIK FISIKA KIMIA

Nanang Hermawan, ST; Cahyo SW, ST.MT; Riesta Anggarani, M.Eng; Dimitri R. MT; Ir. Herry W. M.Si; Lies Aistah, M.AS;



Pemerintah mengatur peggunaan bahan bakar nabati di Indonesia melalui Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral No. 25 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas peraturan Menteri Energi dan Sumber daya Mineral No. 32 tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai bahan Bakar lain. Dalam peraturan yang baru ini terdapat kewajiban penambahan persentase penggunaan Bahan Bakar Nabati sesuai dengan pentahapan yang ditetapkan. Untuk penggunaan biodiesel, pentahapan yang ditetapkan adalah sebesar minimum 10% dari total pemakaian di sektor transportasi PSO terhitung mulai September 2013. Tahapan berikutnya yang segera dilaksanakan, yaitu mulai Januari 2016 penggunaan biodiesel sebagai campuran minyak solar adalah sebesar minimum 20%. Untuk BBM jenis bioetanol, pentahapan pada tahun 2016 adalah sebesar minimum 2% untuk transportasi PSO dan 5% untuk transportasi non PSO, sedangkan untuk pentahapan minyak nabati murni sebesar minimum 20% untuk sektor industri dan transportasi.
            Peningkatan persentase penggunaan bahan bakar nabati, selain memiliki dampak yang positif bagi ketahanan energi di Indonesia juga diperkirakan menimbulkan kendala teknis salah satunya adalah pada saat penyimpanan bahan bakar nabati. Untuk mengidentifikasi permasalahan yang diperkirakan timbul akibat dari penyimpanan bahan bakar nabati, maka diperlukan kajian yang komprehensif dalam bentuk pengujian stabiitas penyimpanan untuk memberikan dukungan berupa rekomendasi teknis terkait dengan bahan bakar nabati.


Kegiatan kajian ini dilaksanakan untuk mendapatkan data teknis Potensi stabilitas karakteristik fisika kima biodiesel pada saat penyimpan dalam tangki yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan  waktu      
Maksud
Untuk mengetahui stabilitas karateristik fisika kimia bahan bakar solar dan biodiesel pada saat penyimpanan dalam rangka mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah tentang pentahapan kewajiban pemanfaatan biodiesel  
Tujuan dan manfaat 
Untuk mengetahui pengaruh kondisi lingkungan dan periode waktu penyimpanan  biodiesel sebagai campuran minyak solar dalam tangki dengan persentase pencampuran sesuai pentahapan yang ditetapkan pemerintah 
Mendapatkan rekomendasi teknis sesuai pentahapan pemanfaatan bahan bakar nabati tersebut
Indikator Keluaran
Tersedianya data teknis seperti karakteristik fisika kimia  dan kinerja bahan bakar minyak solar dan biodiesel B-100, B20 dan B20  pada kondisi tertentu untuk menentukan kestabilan pada saat penyimpanan
Keluaran
Keluaran studi ini adalah  masukan kebijakan kepada pemerintah mengenaiStabilitas Penyimpan Biodiesel Terhadap Karakteristik Fisika Kimia.   


Herry:  0817815599