Jumat, 25 Mei 2012

STUDI HUBUNGAN KANDUNGAN OKSIGENAT DAN OKSIGEN DALAM BENSIN UNTUK PENGEMBANGAN SPESIFIKASI

Oleh Emi Yuliarita, Lutfi Aulia, Ismoyo Suro Waskito, Cahyo SW
KELOMPOK BBMG - KP3 Teknologi Aplikasi Produk - LEMIGAS


Bensin merupakan campuran senyawa hidrokarbon yang mempunyai kisaran titik didih dari 30°C sampai dengan 220°C yang digunakan sebagai bahan bakar motor dengan sistem penyalaan cetusan busi (spark ignition engine). Pada umumnya terdiri atas 200-300 senyawa hidrokarbon yang kompleks dari C5 sampai C12, yang berasal dari distilasi langsung minyak bumi dan hasil proses konversi untuk meningkatkan jumlah dan mutu bensin.
Untuk mendapatkan performance bahan bakar bensin yang baik (mempunyai angka oktana riset (RON) tinggi) dapat dilakukan dengan penambahan aditif organo logam seperti TEL, MMT, Ferocene dll. Namun pemakaian aditif –aditif organo logam ini meninbulkan efek negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Sehingga dicari alternatif lain yaitu dengan menggunakan komponen bensin yang mempunyai angka oktana tinggi (High Octane Mogas Component, HOMC) dan pemakaian senyawa oksigenat.
HOMC merupakan senyawa hidrokarbon yang mempunyai angka oktana tinggi. Umumnya  dari jenis hidrokarbon aromatik dan olefin. Walaupun HOMC mempunyai angka oktana riset tinggi namun pemakaiannya dalam bensin tetap  harus dibatasi karena disamping dapat berfungsi sebagai Octane Booster Additive  pada bahan bakar bensin senyawa aromatik dan olefin juga dapat menurunkan kinierja pada mesin, yaitu dapat menyebabkan terjadinya pembentukan deposit pada komponen–komponen mesin pada  sistim saluran bahan  bakar mesin serta memberi efek negatif pada lingkungan yaitu pengaruh terhadap peningkatan emisi gas buang dan lapisan atmosfer. Sehingga alternatif lain untuk dapat meningkatkan performance bensin dan memberikan efek sangat kecil terhadap lingkungan adalah menggunakan senyawa oksigenat.
Oksigenat adalah senyawa organik cair yang mengandung atom oksigen dapat dicampur ke dalam bensin untuk menambah angka oktan riset bensin. Oksigenat mempunyai angka oktana riset (RON) tinggi berkisar antara 106 RON  sampai 122 RON. Selama pembakaran, oksigen tambahan di dalam bensin dapat mengurangi emisi karbon monoksida ( CO), emisi Hidrokarbon (HC) namun menaikan emisi NOx dan CO2 serta  material- material pembentuk ozon atmosferik.
Maksud dan tujuan dari studi ini adalah untuk meningkatkan mutu spesifikasi bensin RON 88 sehingga spesifikasi tersebut semakin mendukung untuk terciptanya bahan bakar bensin  88 yang ramah lingkungan dengan cara mendapatkan data-data teknis sifat fisika/kimia dan kinerja mesin dari  penambahan senyawa oksigenat etanol dalam bahan bakar bensin 88. Selanjutnya diharapkan hasil studi dapat dasar pertimbangan dalam peninjauan kebijakan pemerintah mengenai penetapan spesifikasi bensin RON 88 sehingga spesifikasi tersebut semakin mendukung untuk terciptanya bahan bakar ramah lingkungan.
Dalam penelitian ini dilakukan percobaan laboratorium yang meliputi pengujian karakteristik fisika/kimia terhadap percontoh bahan bakar bensin 88  yang digunakan sebagai reference fuel dan bahan bakar bensin yang sudah di tambah senyawa oksigenat. Adapun karakteristik pertama yang di analisa terhadap setiap bahan bakar yang sudah di tambah etanol adalah kandungan oksigenat dan angka oktana riset. Penambahan oksigenat etanol kedalam bensin 88 bervariasi yaitu 0%m/m  sampai 11% m/m. Evaluasi dari hasil uji kandungan oksigenat tersebut diatas  menjadi acuan untuk pemilihan sampel uji kinerja pada bangku uji multisilinder.
Selanjutnya dilakukan  pengujian kinerja terhadap bahan bakar uji reference dengan kode BR dan bensin yang sudah ditambah senyawa oksigenat sebanyak 3% m/m dan 8% m/m dengan kode BO-1 dan BO-2  pada mesin multisilinder. senyawa oksigenat di beri kode BO. Senyawa oksigenat yang digunakan adalah Ethanol yaitu sebanyak 3% volume dan 8 % volume.
Hasil analisis pengujian sifat-sifat fisika/kimia utama bahan bakar bensin 88 BR dan bensin BO-1 dan BO-2,  memenuhi spesifikasi bahan bakar jenis bensin 88 menurut Surat keputusan Dirjen Migas  No. 3674 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006.
Hasil pengujian kinerja untuk analisa daya motor  bahan bakarnya menunjukkan bahwa efek daya rata-rata dari bahan bakar bensin 88 + Etanol 3%  (BO-1) dan bensin + etanol 8% (BO-2) pada 3 kategori beban dibandingkan dengan hasil analisis daya bensin 88 (BR) pada kondisi pengujian yang sama yaitu BO-1 sebesar  3,72 % dan BO-2   sebesar 4,68 %. Sedangkan untuk konsumsi bahan bakar  spesifik menunjukkan bahwa efek konsumsi bahan bakar  rata-rata dari bahan bakar bensin 88 + Etanol 3 % (BO-1) pada 3 kategori beban dibandingkan dengan hasil analisis konsumsi bahan bakar  dari  bensin 88 (BR) pada kondisi pengujian yang sama adalah  - 2.41%  sedangkan hasil analisa konsumsi bahan bakar  rata-rata dari  bensin 88 + Etanol 8%   (BO-2) pada 3 kategori beban dibandingkan dengan hasil analisis konsumsi bahan bakar dari  bensin 88 (BR) pada kondisi pengujian yang sama adalah  -0,92%.
Kesimpulan  dari penelitian ini adalah


herryscorvio@gmail.com












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar